RSS

“TQI TITIAN FOUNDATION” Upaya mengubah Paradigma Pendidikan Lama

07 Apr

Peserta Pelatihan Teaching Quality Improvement (TQI) Tahap 2 Tahun 2012

”Alhamdullilah sudah selesai diklat TQI TITIAN FOUNDATION di P4TK Matematika. Setelah diklat banyak ilmu yg kudapat dan pencerahan dalam paradigma pendidikan. Kita sebagai guru harus berani berubah, dari guru yg konvensional menjadi guru yg inovatif, kreatif dan menyenangkan bagi anak didik kita. Kita sebagai guru harus mengikuti perkembangan IPTEK dan jaman, tetapi tidak boleh melupakan budaya ketimuran kita. Kita harus menyiapkan anak didik kita untuk menghadapi persaingan di masa depan yang kompetitif dalam era globalisasi. Kalau bukan kita lalu siapa lagi ??? Guru Tetap semangat-semangat…Demi masa depan bangsa ini…”ujar Dewi Rakhmawati, Guru SD Negeri Kota Gede 4 salah seorang peserta pelatihan TQI Tahap 1. Saat itu pernyataan tersebut membuat saya tergelitik dan penasaran seperti apa pelatihan TQI yang akan saya ikuti di tahap ke-2.

TQI atau Teacher Quality Improvement, Pelatihan Pengembangan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan ini merupakan terobosan yang diprakarsai oleh TITIAN FOUNDATION yang berkantor pusat di Jakarta. Pelatihan yang dimulai dari tahun 2010 ini bertujuan meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan melalui seminar dan pelatihan tentang proses pembelajaran yang aktif, inovatif, komunikatif, efektif dan menyenangkan dengan dukungan staf pengajar yang kompeten di bidangnya. Peserta pelatihan adalah Kepala Sekolah, Guru, Penatar tingkat SD, SMP dan yang sederajat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Klaten.

Pelatihan TQI dilaksanakan selama 10 hari untuk setiap angkatan, untuk tahap 2 ini dilaksanakan 19-23 Maret 2012 dilanjutkan 26 – 30 Maret 2012 bertempat di P4TK Matematika Jl. Kaliurang Km. 6,2. Pelatihan ini menggunakan metode experiental learning atau pembelajaran aktif setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengalami (experiencing), mengungkapkan kepada peserta lain/kelompok mengenai hal-hal yang dirasakan pada saat beraktivitas (publishing), menyatukan dan memadukan pemahaman(generalizing), dan kemudian menemukan pola-pola perilaku yang berhubungan dalam kehidupan sehari-hari (appliying).

Dalam program Teacher Quality Improvement (TQI), dikembangkan Kompetensi Sosial Kepribadian dan Kompetensi Pedagogik. Pengembangan Kompetensi Sosial dan kepribadian terbagi menjadi Komitmen profesi dan Motivasi, Kecerdasan Emosi(pemahaman Diri), Pengembangan Kreativitas, Managing Diversity dan Komunikasi, Konflik, dan mengelola Stress. Untuk pengembangan Kompetensi Pedagogik lebih menekankan pada pembahasan berbagai metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi siswa pada beberapa mata pelajaran. Menjadi guru bukan lah pekerjaan yang mudah, guru harus mampu membuat pelajaran yang diberikannya menjadi “bermakna” bagi siswa, tidak hanya “tahu” namun siswa diharapkan mampu mengaplikasikannya untuk kebermaknaan hidupnya kelak.

Tidak dapat dipungkiri semua yang diberikan selama pelatihan sangat menyentuh relung hati terdalam kami sebagai seorang guru. Inspiratif kata tepat untuk mengungkapkan perasaan setiap peserta pelatihan setiap harinya. Apakah kita (Guru) selama ini sudah memiliki komitmen untuk profesi yang kita pilih dan motivasi untuk selalu berbuat yang terbaik untuk anak didik? Hampir bisa dipastikan, semua peserta merasa belum memiliki itu semua dan kami yakin inilah awal dari perubahan menuju paradigma pendidikan baru untuk pendidikan Indonesia yang berkualitas.

Pelatihan ini mengajari kami banyak hal, pertama bagaimana kita dapat membangunkan bagian dalam diri kita yang selama ini mungkin ada ditahap tertidur pulas karena “kemapanan” untuk selalu berusaha menjadi Guru Efektif bagi Institusi kita dan Siswa khususnya untuk memotivasi keinginan siswa belajar dari dalam dirinya. Kedua, mengenali kekurangan dan kelebihan karakteristik pribadi kita untuk kemudian dapat memahami karakteristik siswa. Ketiga, memahami kreativitas sehingga sangat diharapkan guru selalu menciptakan suasana kreatif di dalam pemmbelajaran. Keempat, memahami keragamam murid dengan segala kecerdasan yang dimiliki masing-masing siswa tanpa terkecuali. Kelima, bagaimana kita berusaha untuk berkomunikasi untuk menyelesaikan konflik dan mengelola stress baik itu dalam relasi kerja maupun proses pembelajaran.

Yang tak kalah penting dari semua hal diatas adalah bagaimana kita memahami pembelajaran sebagai jalan mencerdaskan siswa bukan hanya karena tuntutan perut semata. Istiqomah dalam menjalankan profesi untuk kesuksesan siswa-siswa kita sangat lah diharapkan, karena setiap ilmu yang kita berikan akan tercetak permanen sepanjang masa anak didik kita bila mereka mendapatkan sentuhan yang tepat dari orang yang dipanggil Bapak/Ibu Guru. Selama belajar bukan hanya menghafal atau sekedar dapat menjawab semua soal yang diberikan seorang guru, maka harapan untuk menciptakan suatu proses belajar mulai terlihat. Jika siswa diajak mengalami sendiri secara langsung setiap prosesnya maka siswa akan menjadi tahu, paham, dan bisa mengaplikasikannnya dalam untuk pemecahan permasalahan kehidupan. Tidak mudah memang, tapi apa hanya akan sampai pada kata “Tidak Mudah”, hancurkan pola pikir itu, pembelajaran akan lebih menyenangkan jika kita mampu memunculkan kreatifitas kita untuk membuat pembelajaran menyenangkan. Mudah saja dengan beragam permainan yang diadaptasikan dalam pembelajaran akan mampu menciptakan suasana pembelajaran menyenangkan. Semangatlah para Guru, masa depan pendidikan ada di tangan kalian, jadikan ini jalan menuju ladang pahala untuk hidup yang bermakna.

Writen by Ayudya Herviyanti, S.Pd.Si, GTT SD N Kalimenur

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 7, 2012 in Profesionalisme Guru

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: